Kamis, 02 Juni 2011

WASPADA !! G-MAIL DISERANG HACKER. SILAHKAN PERIKSA EMAIL ANDA


Ternyata tak hanya Sony yang terkena bajak. Google pun Selasa (31/5) mengungkapkan bahwa blog resminya telah menjadi target kejahatan virtual. Para pembajak yang diduga berasal dari Jinan, China ini menggunakan Google untuk mendapatkan akses ke rekening pejabat senior AS, Korea dan pemerintahan lainnya.

Para pembajak ini mengirim surat elektronik (email) yang umumnya menggunakan akun rekan kerja, keluarga maupun teman si korban yang telah kena bajak. Email ini berisi link menuju halaman Gmail palsu.

Jika tidak hati-hati ketika pengguna mengisi username serta mengetik password di halaman Gmail palsu itu, maka password dan username anda langsung terekam oleh para pembajak itu dan digunakan untuk menjebak pengguna lainnya.

Mereka kemudian menggunakan rincian login untuk meneruskan semua email yang masuk ke akun pihak ketiga. Mereka akan mengumpulkan lebih banyak alamat email untuk digunakan sebagai penipuan selanjutnya.

Februari lalu, Google pun pernah menemukan skema gambar dan email palsu di halaman login Google. Serangan pembajak ini memang sangat rentan terjadi di layanan webmail seperti ini. Namun, Google baru kali ini mau menyebutkan pelaku kejahatan dan membeberkan lebih banyak informasi terkait pembajakan ini.

Ada beberapa perbedaan halaman login antara Google palsu dan yang asli. Berikut beberapa perbedaan yang bisa anda perhatikan untuk berhati-hati apakan anda masuk ke halaman login gmail yang asli atau palsu.

1. Perhatikan tulisan Gmail di kiri atas. Halaman Gmail palsu menggunakan warna biru lebih gelap pada huruf G di tulisan Gmail dibanding halaman Gmail asli.

2. Di area icon & text, pada halaman Gmail palsu terdapat deretan icon Less spam, Mobile access dan Lots of space. Sementara pada halaman Gmail asli urutannya adalah lots of space lebih dahulu, kemudian Less spam dan Mobile access. Icon untuk lots of space di halaman palsu pun berbeda yakni gambar kotak kayu. Sementara di halaman asli bergambar kotak penyimpanan file dari besi berwarna hijau.

3. Dalam icon dan text mobile accees terdapat link learn more. Di halaman palsu, muncul beberapa link yang bertuliskan en_KR. Ini merupakan Google dalam Bahasa Inggris untuk Korea. Sementara di halaman asli, semua link adalah untuk Google AS yang bertuliskan utm_source.

4. Di paling bawah halaman, informasi waktu masih menunjukkan tahun 2010 untuk halaman Gmail palsu. Sementara Gmail asli sudah mencantumkan tahun 2011.

5. Ketika anda salah memasukkan kata kunci ketika akan login, pada Gmail palsu tidak ada peringatan tulisan merah di bawah kotak kata kunci yang bertuliskan The username or password you entered is incorrect.

Jika sudah begini, mulailah periksa halaman Gmail anda masing-masing. Apakah itu merupakan halaman login Gmail asli atau palsu.[internasional.kontan.co.id/]

SEJARAH HEBAT TENTANG PENGEMIS

Asal Mula Kata Pengemis

Akhir-akhir ini di banyak kota, baik kota kecil, besar bahkan kota metropolitan pun tak lepas dari semakin suburnya peminta-minta alias pengemis. Mungkin karena kemiskinan dan minimnya lapangan pekerjaan yang membuat mereka terpaksa berprofesi demikian atau memang sebagian dari mereka sudah diwariskan secara turun temurun. Ironis memang kalau Koes Plus bilang dalam lagunya Indonesia tanah air kita diibaratkan kolam susu (sangkin suburnya).
Tapi sayang oleh penguasa sendiri pun juga masih mewarisi sifat-sifat yang diturunkan dari sebagian nenek moyang dahulu yang punya hobby sebagai pengemis sehingga hutang negara kitapun semakin menggunung alhasil anak-cucu yang menanggungnya.

Betulkah sebagian orang-orang Indonesia ada yang mempunyai hobby sebagai pengemis..?? , ternyata teka-teki ini ada benarnya kalau dirunut dari sejarahnya dulu, ceritanya begini :

Pada saat itu penguasa Kerajaan Surakarta Hadiningrat di pimpin oleh seorang Raja bernama Paku Buwono X, dimana para penguasa pada masa itu memang sangat dermawan serta gemar membagi-bagikan sedekah untuk kaum papa yang tak berpunya terutama menjelang hari Jum'at khususnya pada hari Kamis sore.

Pada hari Kamis tersebut Raja Paku Buwono keluar dari Istananya untuk melihat-lihat keadaan rakyatnya, dari istana menuju Masjid Agung, perjalanan dari gerbang Istana menuju Masjid Agung tersebut ditempuh dengan berjalan kaki yang tentunya melewati alun-alun lor (alun-alun utara), sambil berjalan kaki tentunya diiringi para pengawal sang raja, rupanya di sepanjang jalan sudah dielu-elukan oleh rakyatnya sambil berjejer rapi di kanan-kiri jalan dan sembari menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan kepada sang pemimpinnya.

Pada saat itulah sang raja tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bersedekah dan langsung diberikan kepada rakyatnya berupa uang tanpa ada satupun yang terlewatkan dengan kebiasaan berbagi-bagi berkah tersebut mungkin juga warisan para penguasa sebelumnya (sebelum Paku Buwono X), ternyata kebiasaan tersebut berlangsung setiap hari Kamis (dalam bahasa jawanya Kemis), maka lahirlah sebutan orang yang mengharapkan berkah dihari Kemis dan diistilahkan dengan sebutan NGEMIS (kata ganti untuk sebutan pengguna/pengharap berkah dihari Kemis) dan pelaku-pelakunyapun biasa disebut Pengemis (Pengharap berkah pada hari Kemis).


Namun kata pengemis rupanya telah masuk salah satu kosa kata bahasa Indonesia yang tentunya kata dasarnya bukan emis tapi Kemis (Kamis), ternyata sebutan peminta-minta kalah populer dengan istilah pengemis padahal kata pengemis kalau diurai dan diambil dari kata dasarnya yakni kemis atau emis mungkin tidak dikenal dalam kosa kata bahasa indonesia kecuali kalau ada tambahan awalan pe sehingga muncul istilah "Pengemis". Lain halnya dengan kata peminta-minta kata dasarnya adalah minta yang artinya jelas bahkan bisa berdiri sendiri tanpa ada awalan pe.

Jadi kalau boleh disimpulkan asal muasal kata atau perkataan pengemis berasal dari Surakarta atau Solo.

(Di ringkas dari Buku Khasanah Bahasa dalam Kata Per-Kata - Prof. Gorris Keeraf)


Sumber : http://99ratiz.blogspot.com/2011/06/sejarah-hebat-tentang-pengemis.html