Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Desember 2011

TERNYATA MIMPI BISA MEMBANTU PROSES BELAJAR




Setiap orang pernah bermimpi, tapi hanya sedikit yang tahu soal fakta seputar mimpi. Tahukah kalau mimpi bisa mempermudah Anda mempelajari sesuatu? Bahkan, seperti pria, wanita juga bisa mengalami orgasme saat bermimpi.

Simak lima fakta seru seputar mimpi yang menarik untuk diketahui. Anda mungkin berharap lebih sering bermimpi.

1. Membantu Anda belajar
Jika Anda harus menjalani tes atau mempelajari tugas baru, pertimbangkan untuk tidur siang atau tidur lebih awal, daripada membaca buku satu jam lebih lama. Alasannya, ketika otak bermimpi, Anda jadi lebih mudah mempelajari sesuatu dan memecahkan masalah. Dilansir dari womansday.com, hasil penelitian dari Harvard Medical School menunjukkan, saat bermimpi, otak akan lebih efektif mengolah, mengintegrasikan dan memahami informasi baru.

2. Wanita bisa mencapai orgasme saat bermimpi
Bukan hanya pria yang bisa mencapai kepuasan seksual saat bermimpi. Menurut Barbara Bartlik, MD, seorang psikiater dan terapis seks di New York, wanita juga mengalaminya.
"Orgasme memang sering terjadi karena mimpi erotis, namun juga karena mimpi yang tak erotis. Ini bisa terjadi saat tidur, beberapa kali," kata Bartlik.

3. Mimpi paling umum
Jangan takut jika Anda bangun merasa panik sambil berkeringat karena bermimpi pasangan berselingkuh. Menurut Lauri Quinn Loewenberg, seorang ahli mimpi, ini adalah mimpi yang paling sering terjadi.
“Bermimpi pasangan tercinta melakukan perselingkuhan adalah yang paling umum," kata Loewenberg.
Kesimpulan ini didapatkannya dengan melakukan survei pada 5.000 orang. Mimpi pasangan berselingkuh menghantui banyak orang dan tak selalu terbukti. Menurut Loewenberg ini lebih karena perasaan takut melakukan kesalahan atau takut kesendirian.

4. Bermimpi tiap 90 menit
Anda bisa berkali-kali bermimpi dalam semalam. Jadi, jangan heran, kalau kadang sulit mengingatnya. "Kita bermimpi tiap 90 menit selama tidur dengan siklus, mimpi selanjutnya selalu akan selalu lebih lama daripada mimpi sebelumnya," kata Loewenberg.
Durasi pertama biasanya sekitar lima menit dan mimpi terakhir sebelum Anda bangun bisa mencapai 45 menit hingga satu jam.
"Diperkirakan seseorang mengalami lebih dari 100 ribu kali mimpi seumur hidupnya," kata Loewenberg.

5. Bisa melanjutkan mimpi indah
Pernahkah Anda terbangun dari mimpi indah dan berharap bisa kembali tidur untuk menikmatinya lagi. Kabar gembira, Anda bisa melakukannya. Caranya, kembali tidur, tanpa menggerakan otot, lalu pejamkan mata dan ingat kembali mimpi indah tersebut.
"Tetap dalam posisi ketika Anda bangun karena itu adalah posisi ketika mimpi indah. Jika bergerak, maka Anda memutuskan koneksi dengan mimpi indah tersebut," kata Loewenberg.

Rabu, 07 Desember 2011

KENALI 12 PEMICU GANGGUAN INGATAN ANDA



Pernahkah Anda lupa barang yang akan dibeli atau diambil saat bersiap-siap untuk melakukannya? Atau, Anda lupa nama orang yang baru beberapa menit diperkenalkan?

Penjelasan umum kehilangan ingatan adalah otak kelebihan beban sehingga enggan membagi informasi. Tetapi gangguan ingatan jangka pendek dipengaruhi banyak hal, seperti migrain, menopause, kemoterapi, anestesi, dan depresi.

Namun, adanya gangguan ingatan yang terjadi pada orang yang berusia muda masih dalam penyelidikan, ujar Michael Gross, direktur Neurofisiologi di Rumah Sakit Churchill Clementine, Middlesex.

Ada beberapa penyebab munculnya hilang ingatan dalam jangka pendek, berikut di antaranya, seperti dikutip Daily Mail.

Kurang asam lambung
Vitamin B12 ditemukan dalam daging, ikan, produk susu dianggap berkaitan dengan memori yang sehat. "Kekurangan vitamin B12 terjadi ketika tubuh gagal untuk menyerap cukup vitamin meskipun di usus kecil," kata Dr Anton Emmanuel, seorang pakar pencernaan di Universitas College Hospital, London.
Penyebab lainnya termasuk anemia pernisiosa autoimun yang membuat tubuh sulit menyerap nutrisi, dan dan penyakit Crohn. Untuk mengatasinya, asup makanan kaya vitamin B12.

Tekanan Darah Tinggi
Saat usia Anda masih di bawah 45 tahun dan Anda sering lupa, sebaiknya periksa tekanan darah. Studi Universitas Alabama menemukan para penderita tekanan darah tinggi lebih mungkin mengalami gangguan memori dan berpikir dibanding mereka dengan tekanan darah normal.

Hormon tiroid yang kurang aktif
Jika Anda sering merasa lelah, menjadi lebih gemuk, merasa depresi dan sering lupa, itu bisa menandakan hipotiroidisme, suatu kondisi yang memengaruhi 15 dari 1.000 wanita.
Kondisi ini terjadi saat kelenjar tiroid gagal memproduksi hormon yang dikenal sebagai tiroksin. "Hormon ini memainkan peran penting untuk metabolisme energi. Jika jumlahnya tak cukup metabolisme melambat termasuk fungsi otak yang mengingat lebih lama dan cepat lupa," ujar Richard Ross, profesor endokrinologi di Universitas Sheffield.

Menopause
Saat memasuki usia tertentu, wanita kerap merasa lebih pelupa. Studi Universitas California menegaskan bahwa berkurangnya kadar estrogen saat menopause memiliki pengaruh pada daya ingat. Namun, gangguan memori ini tak bersifat permanen.

Migrain
Jika Anda rentan terhadap migrain, Anda lebih mungkin mengalami amnesia global saat berusia di atas 50 tahun. Hal ini terjadi saat Anda dapat mengingat kejadian terakhir hingga 24 jam namun perlahan-lahan mulai melupakan hal itu.
"Amnesia ini diperkirakan terjadi sebagai hasil dari cacat pada gen yang menyebabkan penyebaran impuls saraf di otak," . "Seiring dengan terjadinya migrain, Anda akan mengalami kelumpuhan memori sementara."

Penerbangan jarak jauh
Melalui perjalanan jarak jauh membuat memori terganggu. Ini akibat kurang tidur yang terjadi konsisten. Namun, studi terbaru di Universitas California menunjukkan, masalah memori dapat terus berlanjut setelah kembali ke jadwal semula. "Gangguan ini kesemuanya berasal dari kurang tidur yang konsisten,

Kemoterapi
Salah satu daftar efek samping yang tidak menyenangkan dari kemoterapi adalah kehilangan ingatan. Setengah pasien kanker payudara yang mengikuti sesi kemoterapi mengaku sulit mengingat selama menjalani pengobatan.
Diperkirakan, kemoterapi memengaruhi sel-sel otak sehat, dan mengurangi fungsinya. Studi Universitas Stanford menemukan, pasien kanker payudara yang telah menjalani pengobatan, memiliki aktivitas lebih sedikit pada area otak yang bertanggung jawab untuk memori.

Kehamilan
Diperkirakan, gaya hidup dan gangguan dan hilangnya rutinitas saat kehamilan menjadi penyebab wanita memiliki memori yang buruk. Dalam sebuah studi di Australia, wanita yang sedang hamil memiliki ingatan yang lebih buruk terutama mengingat nomor telepon dan nama orang yang baru mereka kenal.

Anestesi
Anda tidak akan mengingat apapun saat bangun setelah dianestesi sebelum menjalani operasi. Namun, hal yang sama juga memengaruhi memori lebih lama dari yang diinginkan, mulai dari beberapa hari hingga satu tahun setelah operasi.
Studi RS Universitas Florida menemukan 40 persen pasien berusia lebih dari 60 tahun, 12,7 persen mengalami gangguan ingatan selama tiga bulan pascaoperasi.

Epilepsi
Kondisi otak yang menyebabkan kejang dapat memengaruhi kehilangan memori. Selama kejang, impuls listrik di otak terganggu. Jika serangan terjadi di daerah tertentu dari otak, seperti hippocampus, akan menyebabkan gangguan memori meski kejang berhenti.
"Epilepsi harus diobati dengan segera untuk menghentikan kejang sehingga tidak menimbulkan efek jangka panjang,"

Obat Asma dan Arthritis
Kortikosteroid adalah obat yang umum digunakan untuk mengurangi asma dan radang sendi. Penggunaan jangka panjang dalam dosis tinggi, selama enam bulan atau lebih, dapat menyebabkan masalah ingatan, ucap Stephen Bazire, profesor Universitas Anglia Timur.
Kortikosteroid dapat membunuh sel otak, dan area otak khususnya hippocampus menyusut. "Mengganti steroid mungkin dapat mengurangi risiko kehilangan memori."
Depresi
Kondisi mental ini dikaitkan dengan rendahnya tingkat kimia otak seperti serotonin dan norepinefrin yang memiliki fungsi menyampaikan pesan. Sehingga, depresi juga berfek pada memori. "Pengobatan depresi, yang melibatkan terapi bicara atau tidak, dan berhasil, juga dapat membantu meringankan masalah ingatan,"

Rabu, 26 Oktober 2011

WASPADAI 15 TANDA-TANDA KANKER

Kamis,27 Oktober 2011

Kanker memang momok bagi siapa pun. Penyakit ini kadang muncul kapan saja dan bisa menyerang siapa saja tanpa memberikan gejala atau tanda-tanda apa pun.
Di antara sekian banyak jenis kanker, memang ada yang tidak memberikan gejala di awal perkembangannya. Tanda-tanda bisanya baru tampak setelah kanker berkembang pesat. Padahal, dengan mewaspadai dan menemukan gejala kanker sejak dini, tentu pengobatan akan relatif menjadi lebih mudah.

Bila sudah terlambat, kanker dapat menyebar ke berbagai organ tubuh dan menyulitkan proses penyembuhan. Oleh karena itu, ada baiknya kita mengenali beberapa gejala kanker berikut ini. Gejala kanker sangatlah beragam dan bisa berbeda-beda pada setiap kondisi dan setiap pasien.  Setidaknya ada 15 gejala kanker yang perlu Anda waspadai :

1. Perubahan pada payudara
Pada wanita khususnya, payudara adalah salah satu organ paling pribadi. Penting artinya memeriksa kondisi payudara secara berkala. Benjolan, penebalan dan perubahan warna kulit menjadi kemerahan patut diwaspadai sebagai indikasi kanker. Rasa gatal, kulit mengelupas, atau ruam di payudara selama berminggu-minggu juga perlu diwaspadai. Perubahan lain pada kulit payudara seperti bengkak, kulit tertarik ke dalam atau mengkerut juga harus dicurigai sebagai gejala.
Bagi pria, kewaspadaan juga harus diterapkan karena kanker payudara bisa menyerang meski hal ini jarang terjadi. Setiap ada benjolan di payudara sebaiknya perlu diwaspadai, terutama jika keluar cairan dari puting.

2. Rasa nyeri yang tidak biasa
Seiring bertambah usia, makin sering Anda rasakan sakit dan nyeri. Rasa nyeri yang terus-menerus dan tidak biasa bisa merupakan tanda kanker.  Apalagi nyeri ini bukan disebabkan luka atau sakit yang pernah dirasa sebelumnya.

3. Perubahan pada testis
Kanker testis/buah pelir sering muncul pada pria usia 20 – 39. Setiap perubahan ukuran pada testis, baik membesar maupun mengecil, harus tetap diwaspadai. Begitupula jika terjadi pembengkakan maupun perasaan berat di skrotum. Kadang kanker testis bisa berkembang sangat cepat, sehingga akan lebih baik jika Anda mengetahuinya sedini mungkin.

4. Perubahan pada kelenjar getah bening
Jika Anda menyadari ada benjolan atau pembengkakan di ketiak maupun leher atau di mana saja, waspadalah! Apalagi jika benjolan itu membesar dari hari ke hari dan berlangsung lama bahkan hingga lebih dari satu bulan.

5. Demam
Selain menandai beragam penyakit seperti radang paru, tenggorokan dan infeksi, demam juga bisa menandai adanya kanker.  The American Cancer Society menyatakan demam adalah salah satu gejala yang terjadi pada kanker darah stadium awal, khususnya leukaemia atau limfoma. Seringkali, demam muncul ketika kanker sudah menyebar ke organ tubuh lainnya.

6.  Berat badan turun dratis tiba-tiba
Penurunan berat badan yang tiba-tiba (lebih dari 10 persen berat badan) dan di luar dugaan tanpa upaya tersendiri dalam waktu singkat perlu diwaspadai. Biasanya penurunan bobot secara drastis ini berkaitan dengan kanker kolon  atau kanker organ pencernaan lainnya. 

7. Gangguan nyeri perut dan depresi
Setiap pria yang mengalami gangguan nyeri perut disertai depresi perlu diperiksa lebih lanjut, karena para ahli menemukan adanya hubungan antara depresi dengan kanker pankreas.

8. Lelah berlebihan
Seperti halnya demam, lelah berlebihan yang tidak membaik dengan istirahat juga bisa menjadi salah satu gejala kanker. Biasanya kondisi ini timbul setelah kanker berkembang meski bisa terjadi juga pada fase dini seperti pada leukemia atau kanker usus besar.

9. Batuk tak kunjung sembuh
Batuk selalu dikaitkan dengan flu dan alergi. Akan tetapi batuk terus menerus dalam periode lama, sekitar tiga atau empat minggu harus diperhatikan karena bisa merupakan gejala kanker atau pertanda adanya masalah lain seperti radang paru – paru kronis.

10. Sulit menelan
Jangan pernah menyepelekan kondisi ini. Kesulitan menelan makanan atau selalu merasa ada yang tersangkut di kerongkongan  bisa saja menandai adanya kanker pada saluran pencernaan, seperti kanker esofagus.

11. Perubahan pada kulit
Anda harus memperhatikan bukan hanya pada perubahan di tahi lalat, tetapi perhatikan juga pigmentasi kulit. Perdarahan di kulit atau kulit yang mengelupas hebat dalam waktu beberapa minggu dan tidak hilang bisa merupakan salah satu pertanda kanker kulit.

12. Terjadi perdarahan di tempat yang tidak seharusnya
Kapanpun Anda melihat adanya darah dari bagian tubuh yang tidak seharusnya seperti batuk atau muntah darah, perdarahan di feses dan urin, saatnya menemui dokter dan mengetahui penyebabnya sesegera mungkin karena bisa saja kanker penyebabnya.

13. Perubahan di mulut
Jika Anda merokok atau mengunyah tembakau, waspadalah bila ada bercak putih di dalam mulut, atau titik putih yang tidak hilang di lidah, karena ini merupakan tanda leukoplakia (area tempat kanker berada sebelum muncul), yang bisa saja menjadi kanker mulut jika terus menerus iritasi.

14. Problem saat berkemih
Bertambahnya usia seorang pria, maka problem saat berkemih menjadi makin sering dialami. Bisa terjadi perasaan tidak lampias saat berkemih, ketidakmampuan menahan kencing, bahkan frekuensi kencing yang semakin sering. Tapi waspadalah jika keadaan ini tidak membaik dan bertambah parah, karena bisa merupakan pertanda kanker meski pembesaran prostat di usia lanjut juga bisa menyebabkannya.

15. Gangguan pencernaan
Gangguan pencernaan yang terus menerus dan berulang-ulang bisa saja merupakan indikasi adanya kanker pada esofagus, tenggorokan atau perut. Khususnya pada wanita, rasa kembung yang tak biasa disertai perut membesar sehingga sering merasa kenyang dan tak bisa makan patut diwaspadai sebagai gejala kanker ovarium.
Berikan sedikit waktu Anda untuk mengamati dan menyayangi diri sendiri. Bukankah lebih baik jika problem kesehatan Anda teratasi sedini mungkin? Semoga petunjuk ini bisa membuat Anda lebih waspada dalam mengenali gejala- gejala kanker sebelum terlambat.

Sabtu, 23 Juli 2011

GEJALA SAKIT JANTUNG

Kamis,27 Oktober 2011

Jantung merupakan suatu organ otot berongga yang terletak di pusat dada.
Bagian kanan dan kiri jantung masing masing memiliki ruang sebelah atas (atrium yang mengumpulkan darah dan ruang sebelah bawah (ventrikel) yang mengeluarkan darah.


Agar darah hanya mengalir dalam satu arah, maka ventrikel memiliki satu katup pada jalan masuk dan satu katup pada jalan keluar.

Fungsi utama jantung adalah menyediakan oksigen ke seluruh tubuh dan membersihkan tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida).
Jantung melaksanakan fungsi tersebut dengan mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru, dimana darah akan mengambil oksigen dan membuang karbondioksida; jantung kemudian mengumpulkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh.

FUNGSI JANTUNG

Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol); selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol).
Kedua atrium mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua ventrikel juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.

Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida dari seluruh tubuh mengalir melalui 2 vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan.
Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan.

Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru.
Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.

Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri.
Peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.

Darah dalam atrium kiri akan didorong ke dalam ventrikel kiri, yang selanjutnya akan memompa darah yang kaya akan oksigen ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh).
Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

PEMBULUH DARAH

Keseluruhan sistem peredaran (sistem kardiovaskuler) terdiri dari arteri,arteriola, kapiler, venula dan vena.

Arteri (kuat dan lentur) membawa darah dari jantung dan menanggung tekanan darah yang paling tinggi.
Kelenturannya membantu mempertahankan tekanan darah diantara denyut jantung.
Arteri yang lebih kecil dan arteriola memiliki dinding berotot yang menyesuaikan diameternya untuk meningkatkan atau menurunkan aliran darah ke daerah tertentu.

Kapiler merupakan pembuluh darah yang halus dan berdinding sangat tipis, yang berfungsi sebagai jembatan diantara arteri (membawa darah dari jantung) dan vena (membawa darah kembali ke jantung).


Kapiler memungkinkan oksigen dan zat makanan berpindah dari darah ke dalam jaringan dan memungkinkan hasil metabolisme berpindah dari jaringan ke dalam darah.

Dari kapiler, darah mengalir ke dalam venula lalu ke dalam vena, yang akan membawa darah kembali ke jantung.
Vena memiliki dinding yang tipis, tetapi biasanya diameternya lebih besar daripada arteri; sehingga vena mengangkut darah dalam volume yang sama tetapi dengan kecepatan yang lebih rendah dan tidak terlalu dibawah tekanan.

PASOKAN DARAH KE JANTUNG

Otot jantung (miokardium) sendiri menerima sebagian dari sejumlah volume darah yang mengalir melalui atrium dan ventrikel
Suatu sistem arteri dan vena (sirkulasi koroner) menyediakan darah yang kaya akan oksigen untuk miokardium dan kemudian mengembalikan darah yang tidak mengandung oksigen ke dalam atrium kanan.

Arteri koroner kanan dan arteri koroner kiri merupakan cabang dari aorta; vena kardiak mengalirkan darah ke dalam sinurskoroner, yang akan mengembalikan darah ke dalam atrium kanan.

Sebagian besar darah mengalir ke dalam sirkulasi koroner pada saat jantung sedang mengendur diantara denyutnya (selama diastol ventrikuler).

GEJALA-GEJALA PENYAKIT JANTUNG


  • Nyeri

    Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang.
    Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup.
    Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang myang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).

    Jika darah yang mengalir ke otot yang lainnya (terutama otot betis) terlalu sedikit, biasanya penderita akan merasakan nyeri otot yang menyesakkan dan melelahkan selama melakukan aktivitas (klaudikasio).

    Perikarditis (peradangan atau cedera pada kantong yang mengelilingi jantung) menyebabkan nyeri yang akan semakin memburuk ketika penderita berbaring dan akan membaik jika penderita duduk dan membungkukkan badannya ke depan.
    Aktivitas fisik tidak menyebabkan nyeri bertambah buruk.
    Jika menarik nafas atau menghembuskan nafas menyebabkan nyeri semakin membaik atau semakin memburuk, maka kemungkinan juga telah terjadi pleuritis (peradangan pada selaput yang membungkus paru-paru).

    Jika sebuah arteri robek atau pecah, penderita bisa merasakan nyeri tajam yang hilang-timbul dengan cepat dan tidak berhubungan dengan aktivitas fisik.

    Kadang arteri utama (terutama aorta) mengalami kerusakan.
    Suatu aneurisma (penonjolan aorta) bisa secara mendadak mengalami kebocoran atau lapisannya mengalami robekan kecil, sehingga darah menyusup diantara lapisan-lapisan aorta (diseksi aorta). Hal ini secara tiba-tiba menyebabkan nyeri hebat yang hilang-timbul karena terjadi kerusakan yang lebih lanjut (robeknya aorta) atau berpindahnya darah dari saluran asalnya.
    Nyeri dari aorta seringkali dirasakan di leher bagian belakang, diantara bahu, punggung sebelah bawah atau di perut.

    Katup diantara atrium kiri dan ventrikel kiri bisa menonjol ke dalam atrium kiri pada saat ventrikel kiri berkontraksi (prolaps katup mitralis).
    Penderita kadang merasakan nyeri seperti ditikam atau ditusuk jarum.
    Biasanya nyeri terpusat di bawah payudara kiri dan tidak dipengaruhi oleh posisi maupun aktivitas fisik.






  • Sesak nafas

    Sesak nafas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung.
    Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).

    Pada stadium awal dari gagal jantung, penderita merasakan sesak nafas hanya selama melakukan aktivitas fisik. Sejalan dengan memburuknya penyakit, sesak akan terjadi ketika penderita melakukan aktivitas yang ringan, bahkan ketika penderita sedang beristirahat (tidak melakukan aktivitas).
    Sebagian besar penderita merasakan sesak nafas ketika sedang berada dalam posisi berbaring karena cairan mengalir ke jaringan paru-paru. Jika duduk, gaya gravitasi menyebabkan cairan terkumpul di dasar paru-paru dan sesak akan berkurang.

    Sesak nafas pada malam hari (nokturnal dispneu) adalah sesak yang terjadi pada saat penderita berbaring di malam hari dan akan hilang jika penderita duduk tegak.

    Sesak nafas tidak hanya terjadi pada penyakit jantung; penderita penyakit paru-paru, penyakit otot-otot pernafasan atau penyakit sistem saraf yang berperan dalam proses pernafasan juga bisa mengalami sesak nafas.
    Setiap penyakit yang mengganggu keseimbangan antara persediaan dan permintaan oksigen bisa menyebabkan sesak nafas (misalnya gangguan fungsi pengangkutan oksigen oleh darah pada anemia atau meningkatnya metabolisme tubuh pada hipertiroidisme).







  • Kelelahan atau kepenatan

    Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan.
    Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.







  • Palpitasi (jantung berdebar-debar)

    Biasanya seseorang tidak memperhatikan denyut jantungnya. Tetapi pada keadaan tertentu (misalnya jika seseorang yang sehat melakukan olah raga berat atau mengalami hal yang dramatis), dia bisa merasakan denyut jantungnya.
    Jantungnya berdenyut dengan sangat kuat atau sangat cepat atau tidak teratur.

    Dokter bisa memperkuat gejala ini dengan meraba denyut nadi dan mendengarkan denyut jantung melalui stetoskop.
    Palpitasi yang timbul bersamaan dengan gejala lainnya (sesak nafas, nyeri, kelelahan, kepenatan atau pingsan) kemungkinan merupakan akibat dari irama jantung yang abnormal atau penyakit jantung yang serius.







  • Pusing & pingsan

    Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.

    Gejala ini juga bisa disebabkan oleh penyakit otak atau saraf tulang belakang, atau bisa tanpa penyebab yang serius.
    Emosi yang kuat atau nyeri (yang mengaktifkan sebagian dari sistem saraf), juga bisa menyebabkan pingsan.





  • Senin, 18 Juli 2011

    Serangan Jantung


    Jantung
    Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang Amerika dewasa. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat:

    1,5 juta orang mengalami serangan jantung.
    478000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner.
    407000 orang mengalami operasi peralihan.
    300000 orang menjalani angioplasti.

    Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal arterial merupakan penyakit yang mematikan. Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola hidup.

    Faktor-faktor pemicu serangan jantung ialah Merokok, mengonsumsi makanan berkolestrol tinggi, kurang gerak, malas berolahraga, stres, dan kurang istirahat.

    Pengenalan Jantung

    Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu "pengatur irama". Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak didalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya di teruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak.

    Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek - kira-kira 0,4 detik - yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.

    Faktor-faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner

    1. Memasuki usia 45 tahun bagi pria.
    Sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit jantung.
    2. Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat operasi). Wanita mulai menyusul pria dalam hal resiko penyakit jantung setelah mengalami menopause.
    3. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
    Riwayat serangan jantung didalam keluarga sering merupakan akibat dari profil kolesterol yang tidak normal.
    4. Diabetes.
    Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya level gula darah, namun karena kondisi komplikasi jantung mereka.
    5. Merokok.
    Resiko penyakit jantung dari merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan - jadi tidak mungkin menyamakan keduanya.
    6. Tekanan darah tinggi (hipertensi).
    7. Kegemukan (obesitas).
    Obesitas tengah (perut buncit) adalah bentuk dari kegemukan. Walaupun semua orang gemuk cenderung memiliki resiko penyakit jantung, orang dengan obesitas tengah lebih-lebih lagi.
    8. Gaya hidup buruk.
    Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung - dan menggantinya dengan kegiatan fisik merupakan salah satu langkah paling radikal yang dapat diambil.
    9. Stress.
    Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi yang tegang, dapat terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa.

    Serangan Jantung

    Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh bagian otot jantung (myocardium) akibat mendadak sangat berkurangnya pasokan darah ke situ. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara tiba-tiba dapat terjadi ketika salah satu nadi koroner ter blokade selama beberapa saat, entah akibat spasme - mengencangnya nadi koroner - atau akibar pergumpalan darah - thrombus. Bagian otot jantung yang biasanya di pasok oleh nadi yang terblokade berhenti berfungsi dengan baik segera setelah splasme reda dengan sendirinya, gejala-gejala hilang secara menyeluruh dan otot jantung berfungsi secara betul-betul normal lagi. Ini sering disebut crescendo angina atau coronary insufficiency. Sebaliknya, apabila pasokan darah ke jantung terhenti sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang permanen hanya dalam beberapa jam saja dan bagian otot jantung termaksud mengalami penurunan mutu atau rusak secara permanen. Otot yang mati ini disebut infark.

    Gejala Serangan Jantung
    Gejala-gejala ini untuk setiap orang bisa berbeda. Sebuah serangan jantung mungkin dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada. Kadang, sebuah serangan jantung hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan sekali sehingga sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali. Dalam hal ini, satu-satunya cara yang memungkinkan terdeteksinya sebuah serangan jantung adalah ketika harus menjalani pemeriksaan ECG untuk alasan lain yang mungkin tidak berkaitan. Dipihak lain, serangan jantung mungkin menghadirkan rasa nyeri paling buruk yang pernah dialami - rasa sesak yang luar biasa atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan atau perut. Bisa juga mengucurkan keringat panas atau dingin, kaki terasa sakit sekali dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat. Juga mungkin merasa lebih nyaman bila duduk dibanding bila berbaring dan mungkin nafas begitu sesak sehingga tidak bisa santai. Rasa mual dan pusing bahkan sampai muntah, bahkan yang lebih para yaitu ketika sampai kolaps dan pingsan.

    Ada beberapa gejala yang lebih spesifik, antara lain:
    1. Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).
    2. Sesak nafas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).
    3. Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.
    4. Palpitasi (jantung berdebar-debar)
    Pusing & pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.

    Tanda-tanda Peringatan Dini
    Bagaimanapun, salah sekali pendapat bahwa sebuah serangan jantung datang seperti petir di siang bolong. Serangan jantung adalah puncak bencana dari sebuah proses kerusakan yang berlangsung lama, yang sering melibatkan kejutan-kejutan emosional, kekacauan fisiologis dan kelelahan mental. Tanda-tanda peringatan dini begitu subyektif dan begitu tersamar, sehingga bahkan dokter yang terlatih untuk mengukur segala sesuatu secara obyektif masih bisa mengabaikannya.

    Diagnosis
    Berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan, seorang dokter dapat membuat perkiraan yang nalar tentang apakah gejala-gejala itu mengisyaratkan serangan jantung atau tidak. Kecurigaannya mungkin diperkuat oleh penampilan si penderita, tingkat tekanan darah dan bunyi detak jantung. Dokter mungkin akan mengirimnya ke pemeriksaan ECG dan uji darah, tetapi bila masih merasakan nyeri, dokter barangkali akan memberi suntikan penghilangrasa nyeri sebelum pemeriksaan itu. Ini karena nyeri yang menakutkan dapat membawa ke jurang yang lebih dalam, yang bisa menyebabkan gejala jantung. Nyeri itu juga dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang. ECG pertama mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda serangan jantung dan mungkin pemeriksaan itu harus diulang. Kadang-kadang uji yang kedua pun masih tidak menunjukkan perubahan, dan selama hal ini, diagnosis akan bergantung pada pemeriksaan darah. Jantung, seperti semua sel tubuh lain, mengandung bahan-bahan kimia khusus yang disebut enzim. Ketika sel-sel jantung mengalami kerusakan, enzim-enzim yang dilepaskan beredar bersama aliran darah. Setelah sebuah serangan jantung, kadar sebagian enzim ini langsung naik, tetapi selanjutnya enzim-enzim tersebut lekas mengurai dan karena itu tidak terdeteksi lagi setelah sehari atau dua hari; ada enzim yang baru dilepaskan beberapa jam atau bebera hari kemudian tetap tinggal dalam darah selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu.

    10 anggapan salah tentang penyakit jantung

    1. Penyakit jantung hanya terjadi pada orang gemuk saja
    2. Penyakit jantung tidak bisa pada anak atau orang muda
    3. Wanita terbebas dari penyakit jantung
    4. Penyakit jantung hanya satu macam
    5. Jantungnya sehat, tak mungkin bisa sakit jantung
    6. Tidak ada hubungan dengan serangan stroke
    7. Penyakit jantung merupakan penyakit keturunan
    8. Penyakit jantung tidak dapat dicegah
    9. Terkena penyakit jantung sebab sering dikagetkan
    10.Penyakit jantung muncul sebab sering mengonsumsi menu jantung pisang

    Pustaka

    Gowan Mary & Castolli William, Menjaga Kebugaran Jantung, tr.by: Patuan Raja; Sugeng Hariyanto & Sukon, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2001.
    Patel Chandra, Panduan Praktis Mencegah & Mengobati Penyakit Jantung, tr.by: Alextri Aantjono Widodo, PT Gramedia, Jakarta, 1998.
    Pearce Evelyn, Anatomi & Fisiologi Untuk Paramedis, tr.by: Sri Yuliani Handoyo, PT Gramedia, Jakarta, 2002.

    Sumber :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_jantung
    21 Maret 2009

    Sumber Gambar :
    http://media.photobucket.com/image/serangan%2Bjantung/truebluesky/health/heartattack.jpg
    http://youdee12.files.wordpress.com/2008/12/cardio.gif